Showing posts with label Slice of Life. Show all posts
Showing posts with label Slice of Life. Show all posts

Sunday, 30 November 2014

Bercandamu, Bisa Jadi Menyakitkan


Bercandamu, bisa jadi terbilang bullying.

Mulutmu, harimaumu. Rawr! Whops, bukan seperti itu. Hehe. Yeah, people, mulutmu bisa jadi harumamu yang siap menerkam dirimu sendiri, ataupun orang lain. Terkadang, karena terlena suasana dan akhir kebablasan, alias kelewatan, kita melontarkan canda yang bisa jadi menyakiti perasaan seseorang tanpa kita sadari.

Duh, kenapa kok tiba-tiba bawa topik berat gini? Gara-gara nemu sebuah post di Facebook nih. Jadi ceritanya buat ngisi blog gitu. Udah lama ditinggalin, takutnya berhantu. Hahaha.

Kembali ke topik kita kali ini. Bercandamu bisa jadi menyakiti hati. Hati orang, siapa yang tahu sih? Nggak ada yang pernah bisa menebak isi hati seseorang. Bisa jadi orang itu tersenyum dan tertawa, namun matanya hampa. Bisa jadi orang itu berkata tak apa-apa, namun ternyata perasaannya sudah hancur tak berbentuk. Tak ada yang tahu. Kita sendiri pun seringkali tak dapat memahami perasaan kita sendiri. Iya kan? Ngaku aja deh~
Read More

Sunday, 13 January 2013

Wanita Tetap Mencintai Meski Berulangkali Disakiti



Jangan katakan wanita bodoh, yang masih saja mencintai lelakinya meski disakiti berulangkali. Entah kenapa, sebagai wanita sendiri aku juga tak tahu. Namun memang begitu adanya. Aku sendiri, dan juga wanita-wanita lainnya. Padahal wanita itu rapuh, mudah menangis dan mengeluh jika disakiti. Kata orang, wanita itu hatinya rapuh. Tapi apa buktinya? Lihatlah wanita itu, gadis itu, dan mereka yang masih tetap setia bertahan setelah merasakan sakit dari prianya. Tak hanya bibir, perlakuan, tapi juga tangan. Memang mereka akan berteriak membenci prianya. Namun tak lama kemudian, ia akan memaafkan semuanya, bahkan meski sang pria tak meminta maaf, meski hanya setelah mendapat hal kecil yang manis. Wanita mencintai prianya dengan sederhana, dengan cara yang seringkali sulit untuk diucapkan dengan kata. Namun percayalah, sekali mencintai dengan sungguh-sungguh, wanita akan selalu teguh.

Jangan heran jika air mata itu seketika menjadi seulas senyum bahagia, padahal lukanya barusaja tertoreh di hati mereka. Jangan heran jika mereka masih bisa memaafkan dan menyimpan perasaan, meski setelah pasangannya berkhianat dan mendustai hubungan.

Jangan heran jika melihat wanita yang setelah menyumpahi kekasihnya yang menyakiti, lalu mengingatnya lagi bak pria yang tak pernah melukai hati.

Bukan hanya mereka, aku juga. Aku wanita yang juga pernah mengalami hal yang sama. Bukan apa-apa yang diharapkan, hanya balasan untuk perasaan.
Read More

Tuesday, 10 April 2012

Hidup Tidak Semudah Kata-kata Mario Teguh!

Sudah lama sebenarnya saya melihat postingan-postingan di facebook tentang kata-kata yang menjadi judul postingan saya ini. Teman sekelas saya juga pernah menuliskan kata-kata ini di grup kelas. Bahkan seringkali kata kata "Hidup Tak Semudah Kata-kata Mario Teguh!" diganti dengan "Hidup Tak Semudah Cocot Mario Teguh!"

OK, benar jika Anda bilang demikian, karena TIDAK ADA HIDUP YANG SEMPURNA, demikian halnya dengan kata-kata bijak dari Bapak Mario. Tapi sebelum melanjutkan postingan ini saya menegaskan bahwa saya BUKAN penggemar Mario Teguh, tapi saya mengahargai kata-kata bijak beliau. Saya men-like fanspage beliau di facebook, dan kadang-kadang mendapati postingan bijak. Jujur saja saya tidak menyukai semuanya, namun saya tetap menghargainya.

Sebagai manusia yang dewasa, pastilah dapat memilah setiap hal yang berjalan di dunia ini. Jika masih belum dapat melakukan hal itu, jangan harap dapat menyebut diri sudah dewasa. Banyak yang berkata bahwa hidup itu tak semudah kata-kata Mario Teguh, BENAR, karena hidup kita tak sesempurna kata-kata bijak Pak Mario. Saya yakin, hidup Pak Mario pun tak semudah kata-katanya, hanya saja beliau sudah melewati tahap "menjalani", berbeda dengan pendengar dan pengoceh yang masih terdiam menunggu perubahan. Dari semua banyak kata-kata yang terlontar dari Pak Mario, saya mendapatkan satu simpulan yaitu, tidak akan terjadi perubahan jika tidak ada gerakan. Dengan demikian, dapat dikatakan, orang yang hanya bisa mencemooh motivasi hidup adalah orang yang belum mau beranjak dari titik 0! Jika Anda hanya bisa berbicara, maka Anda hanya akan menjadi NOL!

Ingin mengalami perubahan, harusnya melakukan sesuatu untuk merubah sesuatu yang ingin dirubah, dan mendapatkan yang ingin didapatkan. Lalu dalam hal ini, perlu diketahui juga bahwa langkah itu tak selalu mudah, namun bukan berarti mustahil. Lakukan setiap hal dibutuhkan untuk mencapai yang diinginkan, maka hasilnya akan indah untuk Anda.

Jika saya menemui kata-kata itu, saya akan dengan tegas menjawab, "Kata-kata itu hanya untuk orang yang tak mau berusaha!" Bukankah ciri khas yang tak mau berusaha adalah orang yang hanya bisa berbicara, beralasan, dan menyalahkan. Berbeda dengan orang sukses yang menjadikan motivasi sebagai acuan, rintangan sebagai ujian, dan waktu sebagai sebuah proses.

Orang yang mengatakan bahwa hidup tak semudah kata-kata Mario Teguh, adalah orang tak bisa menerima kehebatan sebuah kata motivasi, dan menyerah begitu saja pada nasib. Jika memang hidup tak semudah SEMUA kata-kata Pak Mario, cukup ambil motivasi yang sesuai dengan kebutuhan, dan lupakan saja yang lain. Berhentilah menjadi pengeluh dan penggerutu, atau hanya akan menjadi pribadi yang NOL! Harusnya juga tahu bahwa hidup setiap orang itu tak sama. Begitu pula dengan hidup Anda dan Pak Mario yang pastinya tak sama. Jika hidup memang terasa rumit, mulailah menguraikan satu demi satu. Percayalah selalu ada jalan dan jawaban, dan jangan lupakan bahwa

Tuhan Yang Maha Esa selalu ada untuk umat-Nya yang meminta pertolongan.
Read More

© Life is . . ., AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena